Tampilkan postingan dengan label Seputar LDK STAIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar LDK STAIL. Tampilkan semua postingan
Sabtu, November 22, 2014
Jumat, November 14, 2014
Pengurus LDK STAIL 2014-2015
STRUKTUR ORGANISASI LEMBAGA DAKWAH KAMPUS STAIL
SUSUNAN KEPENGURUSAN 2014-2015
Pembina : Cholis Akbar
Dewan Syuro : Alumni Pengurus Harian (PH)
Ketua Umum : Achmad Mulyana
Sekretaris Umum : Achmad Hanafi
Bendahara : Karunia Satria
BK. Keputrian : Heni Susi Lestari
KB. PO : Ahmad Karimuddin
KB. Syiar : Muhammad Nasrullah
KB. Kaderisasi : Muhammad
KB. Humas : Samiun Jumadi
Jumat, Desember 14, 2012
Aktivis LDK STAIL Gelar Orientasi Ke-LDK-an
LDK News- Tanggal 12-12-2012 dijadikan sebagai momen ‘spesial’ oleh sebagian orang. Tidak sedikit pasangan yang merayakan pesta pernikahan, bahkan beberapa ibu hamil melakukan Caesar guna menginginkan kelahiran anaknya pada tanggal yang unik tersebut.
Namun lain halnya dengan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim (LDK STAIL). Pada hari Rabu 12/12/12, LDK STAIL mengadakan orientasi ke-LDK-an yang bertempat di kantor Pusat Dakwah dan Informasi Hidayatullah Surabaya. Acara yang dihadiri oleh beberapa aktivis LDK STAIL ini diisi langsung oleh tiga orang dari Redaktur Majalah Suara Hidayatullah dan situs Islam Hidayatullah.com, yaitu Ust. Cholis Akbar, ust. Akbar Muzzaki serta Ust. Bahrul Ulum.
Jumat, Oktober 21, 2011
Sarasehan Nasional ADK 2011
Di kota ini pada tanggal 24-25 Mei 1986 bertempat di UGM diselenggarakan Sarasehan Lembaga Dakwah Kampus oleh Jama’ah Shalahuddin UGM. Pertemuan tersebut akhirnya menjadi cikal bakal terbentuknya Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK). FSLDK merupakan salah satu bentuk koordinasi lembaga dakwah kampus di Indonesia yang berfungsi sebagai sarana bagi terciptanya gerak dakwah yang teratur, terpadu, dan kompak, menuju kehidupan berbangsa yang berakhlak.
Kini, LDK Jama’ah Shalahuddin UGM bersama dengan Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN) akan menyelenggaran “Sarasehan Nasional Aktivis Dakwah Kampus Indonesia” sebagai salah satu sarana untuk berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan umat, bangsa dan dunia Islam. Kegiatan ini mengangkat tema “Revitalisasi Peran Lembaga Dakwah Kampus dalam Membentuk Karakter Pemuda Islam.”
Jum’at, 28 oktober 2011
1. Opening Ceremony, Studium General oleh Prof. Dr. Amien Rais, M.A*
2. Seminar Nasional Dakwah Kampus oleh Dr. Ismail Yusanto (Pendiri FSLDK)
3. Pentas budaya
Sabtu, 29 Oktober 2011
1. Seminar Humas dan Media
oleh Ananda Ismail (Produser Liputan 6 SCTV)
2. Islamic Lecture 1 “Pemuda dan Peradaban Islam”
oleh Dr. Adian Husaini, M.A
3. Islamic Lecture 2 “Karakteristik pemuda islam dalam sorotan sirah”
oleh Ust. Salim A. Fillah (Penulis Buku Bestseller)
4. Rapimnas 2 FSLDK Indonesia
5. LDK Fair
Minggu, 30 oktober 2011
1. Opening Ceremony, Studium General oleh Prof. Dr. Amien Rais, M.A*
2. Seminar Nasional Dakwah Kampus oleh Dr. Ismail Yusanto (Pendiri FSLDK)
3. Pentas budaya
Sabtu, 29 Oktober 2011
1. Seminar Humas dan Media
oleh Ananda Ismail (Produser Liputan 6 SCTV)
2. Islamic Lecture 1 “Pemuda dan Peradaban Islam”
oleh Dr. Adian Husaini, M.A
3. Islamic Lecture 2 “Karakteristik pemuda islam dalam sorotan sirah”
oleh Ust. Salim A. Fillah (Penulis Buku Bestseller)
4. Rapimnas 2 FSLDK Indonesia
5. LDK Fair
Minggu, 30 oktober 2011
Diskusi Tokoh
Dari Indonesia untuk Rakyat Palestina III “Peran Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina”
1. Drs. Mahfudz Siddik, M.A (Ketua Komisi 1 DPR RI)
2. Ust. Fauzil Adhim (Jubir Sahabat Al Aqsha)
3. Perwakilan Otoritas Palestina*
Tabligh Akbar
Dr. Muqoddam Cholil, M.A. (Ketua Komite Nasional utk Rakyat Palestina)
Konser Nasyid Kemanusiaan
1. Izzatul Islam (IZZIS)
2. Fathul Jihad
3. Shoutul Harakah*
CP : ASA (085643776261)
Pendaftaran Peserta Sarasehan Nasional ADK
Pendaftaran Peserta Sarasehan Nasional ADK
1. Prosedur Pendaftaran :
Individu
a) Membayar biaya registrasi peserta sebesar Rp 125.000/orang dengan mentransfer ke Bank Syariah Mandiri No. Rek. 0307098846 a.n. Mita QQ JS
b) Setelah mentransfer biaya registrasi melakukan konfirmasi pembayaran ke panitia. Dengan format ketik : Registrasi spasi Nama Lengkap spasi LDK spasi Universitas/Perguruan Tinggi. Kirim ke Asa (085643776261)
Contoh : Registrasi Agil Darmawan JMMI ITS
Kolektif
a) Membayar biaya registrasi peserta sebesar Rp 125.000/orang dengan mentransfer ke Bank Syariah Mandiri No. Rek. 0307098846 a.n. Mita QQ JS
b) Setelah mentransfer biaya registrasi melakukan konfirmasi pembayaran ke panitia. Dengan format ketik : Registrasi Spasi Nama LDK spasi Universitas/Perguruan Tinggi Spasi Jumlah Orang. Kirim ke 085223515561 (Fahmi)
Contoh : Registrasi Pusdima Unmul 5 Orang.
Kemudian mengisi formulir peserta yang dapat didownload DISINI.
Formulir yang telah diisi dicetak dan dibawa saat registrasi acara beserta slip pembayaran bukti transfer. Softfile formulir yang telah diisi juga dikirimkan ke jamaah_shalahuddin@ugm.ac.id
2. Waktu Pendaftaran : Tanggal 7-20 Oktober 2011
3. Fasilitas Peserta :
a) Penginapan dua hari
b) Makan 8 Kali
c) Snack 3 kali
d) Sertifikat
Aktivis LDK STAIL Menjadi Mentor di UPN
Pada tanggal 19 maret 2011, kami para pengurus inti LDK STAIL diberi kepercayaan menjadi mentor di salah satu kampus besar di Surabaya, UPN (Universitas Pembangunan nasional). Kampus yang mayoritas mahsiswanya muslim ini mengadakan acara mentoring secara besar-besaran. Kami merupakan salah satu kampus yang mendapat undangan menjadi mentor selain kampus lain seperti ITS, UBAYA dan UNAIR.
Pada waktu itu kami berangkat sekitar pukul 09:00 dan sampai di tempat pada jam 09:30. Subhanallah, ternyata di sana sudah menunggu para mahasiswa UPN. Mereka merupakan mahasiswa semester dua dari berbagai jurusan.
Para mahasiswa yang berjumlah kurang lebih 150 orang ini terlihat semangat dan antusias. Hal itu menjadikan para mentor semakin terlecut semangatnya untuk segera mentransfer ilmu yang dimiliki.
Acara ini diadakan di Masjid UPN yang letaknya sangat serategis. Dengan dimulai dengan pembukaan, acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-qur’an. Baru setelah setelah itu diadakan pembagian halaqah (Kelompok).
Di dalam khalaqah inilah kami mengadakan ta’aruf. Kami saling memperkenalkan identitas masing-masing. Itu bertujuan agar ukhuwah Islamiyah bisa tercipta dengan baik di antara kita. Setelah ta'aruf, kemudian diadakan pembagian struktur kelompok yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Quran.
Lalu, tibalah acara inti, yaitu tausiah dari mentor. Dan, setelah tausiah diadakan sesi tanya jawab. Di sesi tanya jawab inilah para peserta mentor "berlomba-lomba" untuk bertanya. Ada yang bertanya tentang pergaulan remaja, ada yang tentang fiqih, bahkan ada yang bertanya tentang masalah pribadinya.
Acara ini kemudian ditutup pukul 11.00 menjelang dhuhur. Semoga agenda ini dirdhai oleh Allah SWT. Amiin.
Minggu, September 18, 2011
Forum Diskusi Mahasiswa Alhamdulillah Lancar……….
FORDIMA atau Forum Diskusi Mahasiwa adalah salah satu agenda yang dimiliki oleh LDK STAIL. Agenda ini ditangani langsung oleh departement tarbiyah yang dikoordinatori oleh akhi Beni Susanto. Alhamdulillah, kegiatan yang bersifat rutin ini terlaksana pada malam kamis tanggal 6 april 2011 dan berlangsung di Masjid Aqshal Madinah, kampus STAIL Hidayatullah.
Agenda yang telah lama diagendakan ini dihadiri oleh mahasiswa sebanyak 15 orang. Dan Alhamdulillah agenda ini berjalan dengan lancar, meskipun pada waktu itu sempat dikhawatirkan agenda ini tidak terealisasikan dikarenakan hujan yang mengguyur kampus. Namun akhi hendar, selaku ketua LDK STAIL memberikan motivasi kepada para peserta yang hadir agar tetap optimis. Dengan berapi-api, dia berkata, “Allah tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan hamba-Nya”.
Rasa syukur bercampur senang dirasakan oleh semua penanggungjawab acara, dikarenakan agenda yang sudah dipersiapkan begitu lama dapat terlaksana. Pada waktu itu mereka mengundang langsung ketum PUSKOMDA (Pusat Komunikasi Daerah), akhi Fahmi, sebagai Pemateri. Adapun tema yang diangkat masih dasar, yaitu “Mengenal Lebih Jauh Tentang LDK dan ke-FSLDK-an”.
Dengan ditemani gemericik hujan dan kondisi cuaca yang dingin , peserta yang didominasi mahasiswa angkatan 2009, tetap terlihat antusias mendengarkan seluruh materi yang disampaikan. Hal itu terlihat ketika banyaknya pertanyaan yang diajukan ketika ada sesi tanya jawab.
Panitia sengaja memprioritaskan peserta yang hadir adalah mahasiswa angkatan 2009, karena merekalah yang akan menjadi regenerasi LDK STAIL. Dan harapannya mereka mampu menjalin ukhuwah dengan para Aktifis Dakwah Kampus yang ada di lingkungan kampus khususnya, dan Aktifis Dakwah Kampus di luar kampus STAIL pada umumnya.
Adapun alasan materi yang disampaikan berisi pengenalan lebih jauh tentang LDK, karena diharapkan, hal ini dapat memberikan informasi serta ilmu sekaligus bekal pengetahuan tentang ke-LDK-an. Sehingga, setelah mereka ikut dalam LDK dan resmi menjadi anggota FSLDK mereka tidak bingung lagi tentang ke-LDK-an. Dengan seperti itu banyak hal yang perlu kita persiapan untuk menghadapi tantangan dakwah ke depan serta bentuk pengkaderan yang perlu dikembangkan.
Dengan ditemani gemericik hujan dan kondisi cuaca yang dingin , peserta yang didominasi mahasiswa angkatan 2009, tetap terlihat antusias mendengarkan seluruh materi yang disampaikan. Hal itu terlihat ketika banyaknya pertanyaan yang diajukan ketika ada sesi tanya jawab.
Panitia sengaja memprioritaskan peserta yang hadir adalah mahasiswa angkatan 2009, karena merekalah yang akan menjadi regenerasi LDK STAIL. Dan harapannya mereka mampu menjalin ukhuwah dengan para Aktifis Dakwah Kampus yang ada di lingkungan kampus khususnya, dan Aktifis Dakwah Kampus di luar kampus STAIL pada umumnya.
Adapun alasan materi yang disampaikan berisi pengenalan lebih jauh tentang LDK, karena diharapkan, hal ini dapat memberikan informasi serta ilmu sekaligus bekal pengetahuan tentang ke-LDK-an. Sehingga, setelah mereka ikut dalam LDK dan resmi menjadi anggota FSLDK mereka tidak bingung lagi tentang ke-LDK-an. Dengan seperti itu banyak hal yang perlu kita persiapan untuk menghadapi tantangan dakwah ke depan serta bentuk pengkaderan yang perlu dikembangkan.
Jumat, Mei 20, 2011
Hari Buku Nasional
Santri pesta baca-tulis di hari buku” Itulah tema yang tertulis dalam acara talk sow dalam rangka memperingati hari Buku Nasional, selasa 17 Mei 2011 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Dalam mensukseskan acara ini, humas PPH (Pondok Pesantren Hidayatullah) Surabaya meminta secara langsung kepada LDK STAIL untuk menjadi panitia acara.
Pada acara tersebut hadir sebagai pembicara Ibu Sirikit Syah, M.A, seorang penulis buku dan pengamat media. Acara menarik itu dihadiri oleh semua santri pondok pesantren Hidayatullah Surabaya, mulai tingkat SMP, SMA, dan bahkan Mahasiswa.
Dalam sambutannya M. Anwar Djaelani, M.Si selaku ketua panitia menyampaikan bahwa “kita perlu mengapresiasi hari buku dan menghiasinya dengan sejumlah acara yang bisa membuat kita lebih mencintai buku. Karena Jika kita telah merasakan nikmatnya punya kekasih bernama buku, maka hari-hari kita akan terasa sepi tanpanya”.
Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa tujuan dari disemarakkannya hari buku di pesantren hidayatullah Surabaya adalah “agar kita selalu mencintai dunia baca dan dunia tulis, karena dengan membaca dan menulis dapat membangun sebuah peradaban yang kita dambakan yaitu peradaban islam”.
Ibu Sirikit Syah, M.A, menuturkan bahwa “Indonesia termasuk Negara yang tingkat bacanya amat rendah, bahkan menurut budayawan Taufik Ismail yang pernah melakukan riset dibidang ini, kelemahan generasi muda kita adalah karena kurangnya membaca buku saat sekolah. Minimnya bacaan siswa disebabkan oleh lemahnya aktivitas guru terhadap membaca, kalau guru malas membaca apalagi siswanya”. Menurut Ibu Sirikit Syah, M.A, terdapat empat faktor yang menyebabkan kurangnya minat baca dan menulis yaitu faktor kemiskinan, kurangnya motivasi dari orang tua, kurangnya perhatian dari pemerintah, dan faktor media televisi.
Ibu Sirikit Syah, M.A, berharap kepada semua peserta agar selalu ingat akan perintah Allah SWT. yang pertamakali turun yaitu Iqra’ (Bacalah), karena kewajiban umat islam adalah membaca. Beliau juga berpesan kepada semua peserta agar “tinggalkanlah sejenak blackberry-mu, tutup facebook-mu, dan matikan televisimu, lalu ambillah sebuah buku dan bacalah…!” { yayan }
Pada acara tersebut hadir sebagai pembicara Ibu Sirikit Syah, M.A, seorang penulis buku dan pengamat media. Acara menarik itu dihadiri oleh semua santri pondok pesantren Hidayatullah Surabaya, mulai tingkat SMP, SMA, dan bahkan Mahasiswa. Dalam sambutannya M. Anwar Djaelani, M.Si selaku ketua panitia menyampaikan bahwa “kita perlu mengapresiasi hari buku dan menghiasinya dengan sejumlah acara yang bisa membuat kita lebih mencintai buku. Karena Jika kita telah merasakan nikmatnya punya kekasih bernama buku, maka hari-hari kita akan terasa sepi tanpanya”.
Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa tujuan dari disemarakkannya hari buku di pesantren hidayatullah Surabaya adalah “agar kita selalu mencintai dunia baca dan dunia tulis, karena dengan membaca dan menulis dapat membangun sebuah peradaban yang kita dambakan yaitu peradaban islam”.
Ibu Sirikit Syah, M.A, menuturkan bahwa “Indonesia termasuk Negara yang tingkat bacanya amat rendah, bahkan menurut budayawan Taufik Ismail yang pernah melakukan riset dibidang ini, kelemahan generasi muda kita adalah karena kurangnya membaca buku saat sekolah. Minimnya bacaan siswa disebabkan oleh lemahnya aktivitas guru terhadap membaca, kalau guru malas membaca apalagi siswanya”. Menurut Ibu Sirikit Syah, M.A, terdapat empat faktor yang menyebabkan kurangnya minat baca dan menulis yaitu faktor kemiskinan, kurangnya motivasi dari orang tua, kurangnya perhatian dari pemerintah, dan faktor media televisi.
Ibu Sirikit Syah, M.A, berharap kepada semua peserta agar selalu ingat akan perintah Allah SWT. yang pertamakali turun yaitu Iqra’ (Bacalah), karena kewajiban umat islam adalah membaca. Beliau juga berpesan kepada semua peserta agar “tinggalkanlah sejenak blackberry-mu, tutup facebook-mu, dan matikan televisimu, lalu ambillah sebuah buku dan bacalah…!” { yayan }
Rabu, Maret 30, 2011
Silaturahim dan Sosialisasi LDK STAIL kepada mahasiswa di Kampus dua Panceng-Kota Gersik
Silaturahim dan Sosialisasi LDK STAIL kepada mahasiswa Yang berada di Kampus dua Panceng-Kota Gersik
Disela kesibukan melaksanakan seluruh program kerja dan aktivitas perkuliahan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk terus merekrut anggota baru untuk organisasi Ldknya. Beberapa hari yang lalu kami para pengurus inti Organisasi Ldk STAI Luqman AL Hakim mengadakan program silaturahim bareng ke Kampus dua Sekolah Tinggi Luqma Al Hakim yang berlokasi kampus dua panceng-Gersik. Yaitu pada tanggal 19-20 maret 2011.
Kami bersama para pengurus inti Ldk yang lainnya bersepakat untuk mengadakan kunjungan silaturahim kesana dalam rangka mengikat kembali tali ukhwah islamiyah serta sosialisasi ke Ldk-an. Dan harapannya setelah mereka mengikuti sosialisai ini mereka semua berminat untuk bisa ikut menjadi anggota Organisasi Ldk setelah berada di Surabaya. Perlu kita ketahui mereka semua adalah mahasiswa semester 3 yang sedang mengikuti program khusus kampus dua STAIL Luqman AL Hakim di kota Gersik.
Waktu itu kami dengan para pengurus LDK yang lainnya sampai di tujuan tepat pada jam 17.30 wib. Kami langsung bersiap-siap untuk shalat Maghrib secara berjamaah, kemudian kami lansung menghadap kepada dewan dosen yang berada disana salah satunya adalah Ustadz Aban beliau merupakan salah satu pengasuh mahasiswa disana. Dengan rasa senang mereka menyambut kami. Walupun, disela kesibukan mereka tetapi mereka tetap semangat dan itu terlihat ketika mereka menyambut kami. Dan hal yang paling menyenagkan yang kami rasakan yaitu pada waktu itu bertepatan dengan agenda rutin mereka yaitu program “Language Party” yang rutin mereka laksanakan sebulan sekali. Sambil melepas kelelahan kami disuguhkan dengan penampilan mereka yang sangat menghibur. Dan tak terasa waktu mulai larut malam dan kami bergegas-gegas untuk beristirahat. Dan subuh-subuh sekali kami bangun kami bersama para pengurus inti serta para mahasiswa melaksanakan sholat subuh bersama-sama. Nah setelah shalat subuh kami meminta waktu kepada para pengasuh untuk mengadakan sosialisasi keLDK–an bersama mereka. Dengan antusias mereka mengikuti acara tersebut sampai-sampai kita sharing bersama mengenai tentang organisa Ldk. Sampai-sampai kami benar-benar lupa waktu padahal pagi itu mereka sudah ada program Kampus yaitu lari bersama ke Pantai.
Dan ini merupakan langkah pertama kami mengenalkan organisasi Ldk kami kepada mereka sehingga, Harapannya setelah mereka kembali dari sana dan melanjutkan perkuliahannya dikampus Surabaya mereka sudah tahu bahwa ada oraganisasi Ldk di Kampusnya. Hal inilah yang menjadi prioritas kami untuk bisa berkunjung ke tempat mereka. Subhanallah menyenangkan……
Rabu, Januari 05, 2011
Silaturrahmi 3 Perguruan Tinggi Hidayatullah
Pertemuan LDK HIDAYATULLAH dalam tiga Wilayah, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah ( Balikpapan, Kal-Tim ), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi( Depok )dan Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim ( Surabaya ). dalam rangka meperkuat ukhuwah Islamiah dari ketiga perguruan Hidayatullah.
Rabu, April 07, 2010
LDK STAIL silaturrahim ke JMMI ITS

Pada hari ahad tanggal 28 maret 2010, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STAIL mengadakan kunjungan ke LDK ITS yang bernama Jama'ah Masjid manarul 'Ilmi (JMMI) ITS dalam rangka silaturrahim dan sharing program kerja. Agenda ini merupakan Program Kerja (Proker ) Departemen Dakwah LDK STAIL yang bertujuan terciptanya ukhuwah Islamiyah antara aktivis LDK STAIL dan aktivis LDK-LDK se surabaya serta terciptanya akselerasi dakwah kampus.
Sabtu, April 03, 2010
Dekonstruksi Syariah
Pada rabu malam (17/3), LDK (Lembaga Dakwah Kampus) STAIL melalui program KARUMAH (Kajian Rutin Mahasiswa) kembali mengkaji tema-tema seputar pemikiran Islam (Islamic Thought) di ruang perpustakaan kantor majalah Suara Hidayatullah. Tidak seperti biasanya, Peserta yang hadir sangat banyak, hingga kursi yang tersedia tidak cukup. Selain itu, peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa STAIL, tapi juga dari aktivis JMMI (jama'ah masjid Manarul "Ilmi) ITS (Institut Teknologi Sepuluh November).Hadir sebagai pembicara ustadz Shohibul Anwar, ustadz yang rutin mengisi kajian di LDK STAIL. Tema yang diangkat dalam kajian kali ini cukup menggelitik, yaitu "dekonstruksi syariah". Tema ini sangat penting untuk dikaji, karena -menurut ustadz Anwar- berawal dari sinilah para aktivis liberal mengacaubalaukan ajaran Islam
Diskusi mengusut kriminalisasi Nikah Siri
Kasus nikah siri yang mencuat pada bulan-bulan terakhir menggerakkan LDK (Lembaga Dakwah Kampus) STAIL untuk mengusutnya lebih dalam. Hal tersebut diwujudkan dalam acara Forum Diskusi Mahasiswa (FORDIMA) yang diselenggarakan pada jum'at, 12 maret 2010 di ruang C2. Tema yang diangkat adalah 'mengusut upaya kriminalisasi pelaku nikah siri' dengan menghadirkan pembicara Luqman Hakim, mahasiswa STAIL semester VI
Sabtu, Desember 19, 2009
Semangat Membara dari Para Mahasiswa STAIL & STIE
Pertemuan antara mahasiswa STAIL yang diwakili LDK STAIL dengan BEM STIE Hidayatullah berlangsung di Masjid Aqshal Madinah Kampus Hidayatullah setelah sholat ashar.
Tampil sebagai pemandu acara akhi Muhammad Luqmanul Hakim, yang baru beberapa hari menjabat sebagai ketua LDK STAIL.
Dalam sambutannya, dia berharap pertemuan ini akan menjadi tonggak kebangkitan mahasiswa Hidayatullah.
“Semoga momentum ini bisa menjadi tonggak kebangkitan mahasiswa Hidayatullah. Apalagi di akhir Maret 2010 nanti saya mendengar akan digelar kongres Mahasiswa Hidayatullah Se-Indonesia”, katanya.
Kemudian, setiap mahasiswa yang hadir pada pertemuan tersebut saling ta'aruf dengan memperkenalkan diri. Namun, ada yang unik pada perkenalan tersebut. Setiap mahasiswa tidak hanya memberi tahu nama, asal, dan jurusannya apa. namun, mereka juga diharapkan untuk menyampaikan visi misi hidupnya. "Kalau cuma tahu namanya saja tanpa mengetahui visi misinya, itu bukan kenal namanya", kata akh Imam Nawawi selaku mediator pertemuan ini.
Acara berakhir menjelang waktu Maghrib tiba. Dan, saudara Imam Nawawi yang juga alumni STAIL Surabaya mengucapkan terima kasih kepada kedua pihak (LDK STAIL dan BEM STIE) yang secara antusias melangsungkan pertemuan itu demi kebangkitan kader muda Hidayatullah.
Semoga kedepannya, kita sebagai kader HIDAYATULLAH akan semakin banyak mengadakan acara seperti ini. Apalagi agenda tersebut disertai dengan kegiatan-kegiatan yang mampu membakar semangat jihad para mahasiswa.
Senin, November 09, 2009
Islam Vs Terorisme
" Saya akan memanas-manasi kalian terlebih dahulu, baru nanti kalian boleh mengajukan pertanyaan kepada saya", kata ustadz Nurcholis Akbar memulai pembicaraan dalam acara "kajian mahasiswa" yang diadakan oleh LDK STAIL, pada ahad kemarin (8/11)
Waktu itu ustadz Cholis, begitu beliau akrab disapa, mengangkat sebuah tema yang krusial, yaitu “Islam Vs Terorisme”.
Menurut ustadz yang menjabat sebagai redaktur pelaksana di situs www.hidayatullah.com ini, isu “terorisme” adalah sebuah rekayasa global yang diagendakan oleh kaum Nasrani dan Yahudi (baca: barat) untuk memojokkan ummat Islam.
Sabtu, Oktober 31, 2009
AKSI SOLIDARITAS PALESTINA FSLDK SURABAYA

Oleh: Nurhadi *
Bertempat di Grahadi Sarabaya,Jumat (30/10) Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Surabaya mengadakan aksi menentang arogansi Zionis-Israel yang lagi-lagi menunjukan watak aslinya, menyerang penduduk Palestina, mengepung dan menyerbu Masjidil Aqsha serta mencegah umat Islam memasuki masjid tersebut. Bahkan memanipulasi sumber daya air sampai menyulitkan masyarakat Palestina mendapatkan air.
Acara yang dimulai sekitar jam 8 pagi, dibuka dengan orasi dari masing-masing kampus, UNAIR sebagai Puskomnas, ITS sebagai Puskomda dan STAIL pun tidak ketinggalan dalam orasi tersebut. Inti dari semua orasi tersebut, menyatakan untuk mengutuk Israel, bebas dan selamatkan Patestina.
Acara dilanjutkan dengan drama teatekel penindasan Zionis-Israel atas warga Palestina. Dari serangkain acara itu menghasilkan pernyataan sikap FSLDK Surabaya yang dibacakan oleh Adistiyar sbagai ketua Puskomnasnya. Berikut isi pernyataan sikap tersebut:
1. Mengutuk kebijakan rasis-apartheid pemerintah zionis-Israel atas umat Islam dan
Kristen Palestina, khuhusnya kebijakan terbaru mengenai:
a. Pendudukan dan penguasaan terhadap Masjidil Aqsha dan usaha penghancuran atasnya.
b. Diskriminasi berupa pembatasan hak untuk mengakses sumber daya air bagi warga Palestina
2. Mendukung perjuangan pembebasan Palestina serta mendesak seluruh pemimpin dunia, termasuk Indonesia untuk mengusahakan perdamaian dunia khuhusnya Timur Tengah
3. Menghimbau kepada seluruh pihak, baik individu maupun lembaga, yang mengakui nilai kemanusian untuk terus menyalurkan dukungan material maupun moril serta mendoakan agar bumi Palestina terbebas dari kebiadaban dan kekejian zionis-Israel.
Akhirnya kita sebagai seorang muslim mari dukung perjuangan saudara-saudara kita yang ada di palestina untuk tegaknya keadilan di sana.
* Ketua LDK STAIL Surabaya
Minggu, Oktober 25, 2009
Sterilisasi Liberalisme Islam
Ada yang menarik dalam kajian keislaman yang diadakan pada kamis malam (7 oktober 2009) di kantor majalah sahid (majalah suara hidayatullah). Kajian yang diisi ustad Shohibul Anwar tersebut menjadikan para pendengar, yang merupakan mahasiswa STAIL (Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim) Surabaya, bersemangat dalam menyimak setiap deretan kata yang terucap oleh Ustad Shohibul AnwarTerbukti dari antusiasme yang tinggi dari pendengar walau acara berlangsung selama lebih dari 2 jam, lebih dari waktu yang disediakan
Kajian keislaman tersebut merupakan agenda mingguan yang diadakan oleh LDK (Lembaga Dakwah Kampus) STAIL Surabaya. Rencananya, acara tersebut akan diadakan setiap minggu, tepatnya pada rabu malam.“Insya Allah, acara ini akan terus diadakan setiap minggu;” kata Akh Nurhadi, selaku pimpinan LDK STAIL periode 2008-2009.
“Sterilisasi Liberasi Islam”, itulah tema yang diangkat oleh Ustad Shohibul Anwar. Ustadz yang juga seorang dosen ini mengangkat tema tersebut dikarenakan adanya keresahan atas perang pemikiran (ghozwul fikri) yang terjadi saat ini. Pemikiran yang berasal dari barat diimpor ke dunia Islam oleh sarjana-sarjana barat yang kemudian disalurkan kepada pelajar-pelajar muslim di berbagai perguruan tinggi. Pemikiran apa yang disalurkan oleh barat terhadap dunia Islam? Tidak lain ia adalah suatu paham yang bernama “LIBERALISME”.
Dalam pembukaannya, Ustad Shohibul Anwar menampilkan sebuah video berisi kegiatan OSPEK (Orientasi Pendidikan dan Pengenalan Kampus) di sebuah perguruan tinggi Islam. Di sana, terdapat kakak-kakak senior yang memberikan orasi kepadi para peserta ospek. Orasi yang disampaikan di antaranya adalah pernyataan bahwa Islam bukanlah agama yang paling benar. Selain itu, salah seorang panitia yang berambut gondrong serta memakai celana jeans meneriakkan yel-yel berbunyi “anjinghu Akbar” yang serta merta diikuti oleh peserta OSPEK. Peristiwa tersebut kemudian dikomentari oleh Shohibul Anwar. “Seperti inilah keadaan calon-calon guru dan ustadz yang akan memberikan ceramah kepada masyarakat”, tutur beliau dengan mimik yang serius.
Ketika mulai masuk ke dalam pembahasan, beliau megatakan bahwa pada awalnya, oarng yang liberal, memiliki arti orang-orang yang tidak baik. Mereka juga dipandang negatif oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, karena adanya ada pergeseran makna, maka liberal kemudian bermakna positif. Hal ini mirip dengan istilah fundamentalsme dan radikalisme yang semula bermakna positif kemudian bergeser menjadi negatif.
Kemudian beliau memaparkan bahwa liberalisme sebagai paham memilki 3 prinsip dasar, yaitu (1) keabsolutan dan kebebasan yang tidak terbatas dalam pemikiran, agama, suara hati, keyakinan, ucapan, pers, dan politik, (2) Manusia adalah ukuran dari segalanya, dan (3) Tidak tunduk kepada otoritas apapun karena bertentangan dengan hak asasi manusia.
Oleh karena itulah, akhirnya liberalisme memiliki dampak di berbagai sektor kehidupan.“Liberalisme memiliki dampak dalam berbagai sisi kehidupan”, kata beliau. Dalam dunia “politik” misalnya, kita mengenal demokrasi . Kalau dalam “ekonomi” ada kapitalisme,.Dalam “social”, ada istilah “emansipasi wanita, peneteraan gender, dan lain-lain. Dan, dalam “budaya” adanya upaya menentang campur tangan pemerintah dalam segala aspek (sekularisme).
Dampak yang paling besar, lanjut beliau, adalah masuknya paham ini ke dalam agama. Setidaknya, ada 3 pandangan dalam menyikapi agama. Yang pertama adalah free thinking. Yaitu, mereka yang memandang bahwa siapapun bebas menafsirkan ayat-ayat kitab suci. Yang kedua adalah sophisme, pandangan-pandangan skeptic, agnostic ( laadriyah), dan relavistik (‘indiyah). Dan, yang terakhir adalah loose adherenc to and free exercise of religion, yang tidak lain adalah manifestasi nifaq seseorang yang tidak mau dikatakan kafir walaupun dirinya sudah tidak taat lagi pada ajaran agama.
Beliaupun kemudian menjelaskan bahwa awalnya liberalisme masuk ke dalam Kristen dan kemudian diadopsi oleh orang-orang Islam yang terpesona dengan kemilau barat. Mereka ingin mengikuti jejak langkah barat mencapai kejayaannya dengan “meliberalkan” agama mereka, yaitu Kristen. Padahal, menurut beliau, kalau Islam ingin jaya, harusnya kembali ke Al-quran dan as-Sunnah.
Sebelum kajian tersebut ditutup, ustadz Shohibul Anwar berpesan, “sekarang kalian di sini belajar untuk memahami betapa dahsyatnya peperangan pemikiran itu. Supaya nantinya ketika kalian ketika bertemu orang-orang yang punya pemikiran liberal, kalian bisa meng’counter’nya.”.
Insya Allah ustadz!!!
Kajian keislaman tersebut merupakan agenda mingguan yang diadakan oleh LDK (Lembaga Dakwah Kampus) STAIL Surabaya. Rencananya, acara tersebut akan diadakan setiap minggu, tepatnya pada rabu malam.“Insya Allah, acara ini akan terus diadakan setiap minggu;” kata Akh Nurhadi, selaku pimpinan LDK STAIL periode 2008-2009.
“Sterilisasi Liberasi Islam”, itulah tema yang diangkat oleh Ustad Shohibul Anwar. Ustadz yang juga seorang dosen ini mengangkat tema tersebut dikarenakan adanya keresahan atas perang pemikiran (ghozwul fikri) yang terjadi saat ini. Pemikiran yang berasal dari barat diimpor ke dunia Islam oleh sarjana-sarjana barat yang kemudian disalurkan kepada pelajar-pelajar muslim di berbagai perguruan tinggi. Pemikiran apa yang disalurkan oleh barat terhadap dunia Islam? Tidak lain ia adalah suatu paham yang bernama “LIBERALISME”.
Dalam pembukaannya, Ustad Shohibul Anwar menampilkan sebuah video berisi kegiatan OSPEK (Orientasi Pendidikan dan Pengenalan Kampus) di sebuah perguruan tinggi Islam. Di sana, terdapat kakak-kakak senior yang memberikan orasi kepadi para peserta ospek. Orasi yang disampaikan di antaranya adalah pernyataan bahwa Islam bukanlah agama yang paling benar. Selain itu, salah seorang panitia yang berambut gondrong serta memakai celana jeans meneriakkan yel-yel berbunyi “anjinghu Akbar” yang serta merta diikuti oleh peserta OSPEK. Peristiwa tersebut kemudian dikomentari oleh Shohibul Anwar. “Seperti inilah keadaan calon-calon guru dan ustadz yang akan memberikan ceramah kepada masyarakat”, tutur beliau dengan mimik yang serius.
Ketika mulai masuk ke dalam pembahasan, beliau megatakan bahwa pada awalnya, oarng yang liberal, memiliki arti orang-orang yang tidak baik. Mereka juga dipandang negatif oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, karena adanya ada pergeseran makna, maka liberal kemudian bermakna positif. Hal ini mirip dengan istilah fundamentalsme dan radikalisme yang semula bermakna positif kemudian bergeser menjadi negatif.
Kemudian beliau memaparkan bahwa liberalisme sebagai paham memilki 3 prinsip dasar, yaitu (1) keabsolutan dan kebebasan yang tidak terbatas dalam pemikiran, agama, suara hati, keyakinan, ucapan, pers, dan politik, (2) Manusia adalah ukuran dari segalanya, dan (3) Tidak tunduk kepada otoritas apapun karena bertentangan dengan hak asasi manusia.
Oleh karena itulah, akhirnya liberalisme memiliki dampak di berbagai sektor kehidupan.“Liberalisme memiliki dampak dalam berbagai sisi kehidupan”, kata beliau. Dalam dunia “politik” misalnya, kita mengenal demokrasi . Kalau dalam “ekonomi” ada kapitalisme,.Dalam “social”, ada istilah “emansipasi wanita, peneteraan gender, dan lain-lain. Dan, dalam “budaya” adanya upaya menentang campur tangan pemerintah dalam segala aspek (sekularisme).
Dampak yang paling besar, lanjut beliau, adalah masuknya paham ini ke dalam agama. Setidaknya, ada 3 pandangan dalam menyikapi agama. Yang pertama adalah free thinking. Yaitu, mereka yang memandang bahwa siapapun bebas menafsirkan ayat-ayat kitab suci. Yang kedua adalah sophisme, pandangan-pandangan skeptic, agnostic ( laadriyah), dan relavistik (‘indiyah). Dan, yang terakhir adalah loose adherenc to and free exercise of religion, yang tidak lain adalah manifestasi nifaq seseorang yang tidak mau dikatakan kafir walaupun dirinya sudah tidak taat lagi pada ajaran agama.
Beliaupun kemudian menjelaskan bahwa awalnya liberalisme masuk ke dalam Kristen dan kemudian diadopsi oleh orang-orang Islam yang terpesona dengan kemilau barat. Mereka ingin mengikuti jejak langkah barat mencapai kejayaannya dengan “meliberalkan” agama mereka, yaitu Kristen. Padahal, menurut beliau, kalau Islam ingin jaya, harusnya kembali ke Al-quran dan as-Sunnah.
Sebelum kajian tersebut ditutup, ustadz Shohibul Anwar berpesan, “sekarang kalian di sini belajar untuk memahami betapa dahsyatnya peperangan pemikiran itu. Supaya nantinya ketika kalian ketika bertemu orang-orang yang punya pemikiran liberal, kalian bisa meng’counter’nya.”.
Insya Allah ustadz!!!
Senin, Agustus 24, 2009
LDK STAIL HIDAYATULLAH GOES TO KMMI UI
Ahad,14 Juni 2009 , 4 delegasi dari LDK Sekolah TinggI Agama Islam Luqman al Hakim yang terdiri dari 4 ikhwan, berangkat dari stasiun Pasar Turi Surabaya sekitar pukul 15.00 WIB dengan kereta api ekonomi Kertajaya. Kereta api pun berjalan sebagai tanda perjalanan kami menuju kampus UI pun dimulai. Alhamdulillah, kami mendapat tempat duduk yang cukup nyaman untuk menempuh perjalanan yang cukup lama ini, sekitar 19 jam. Kami sampai di stasiun Pasar Senen pada hari senin sekitar pukul 10.00 WIB. Perjalanan belum selesai, kami berjalan keluar dari Pasar Senen ke perempatan jalan untuk naik bis kota menuju stasiun Cikini.
Awalnya kami bingun Karena belum tahu medan. Kami mencoba tanya-tanya orang yang sempat kami jumpai. Akhirnya kamipun naik bus yang tujuan ke UI Depok. Tiga dari kami langsung ke tempat Kampus UI namun satunya menjemput teman-teman STIE Hidayatullah yang berada di Depok. Terakhir kita betemu kembali jam dua siang.
Langganan:
Postingan (Atom)










